Kamis, 18 Oktober 2012

Mencari yang Sempurna

Seorang pemuda yang hidup di Perth telah mencapai usia saat ia merasa harus mencari pasangan hidup. Jadi, ia mencari-cari di seluruh negeri  gadis yang sempurna untuk dinikahi. Setelah pencarian selama berminggu-minggu, ia bertemu
dengan seorang gadis yang sangat cantik – jenis gadis yang bisa menghiasi sampul majalah perempuan bahkan tanpa make-up atau kosmetik!

Namun, meskipun si gadis kelihatan sempurna, pemuda itu tak bisa menikahinya. Sebab… gadis itu tidak bisa memasak! Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya.

Lalu si pemuda ini mencari lagi selama berbulan-bulan hingga akhirnya ia menemukan gadis yang bahkan lebih cantik lagi, dan kali ini masakan gadis itu luar biasa lezat – lebih baik dari yang bisa didapatkan di restoran terbaik Australia. Gadis ini bahkan menjalankan usaha restorannya sendiri!

Sayangnya, pemuda itu tak bisa menikahinya pula. Sebab… kekurangan gadis itu adalah… ia bodoh. Ia tak bisa menjalin percakapan sama sekali, sama sekali tak cerdas. Ia belum menamatkan pendidikan, segala yang ia tahu cuma memasak! Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya.

Si pemuda ini mencari lagi selama berbulan-bulan dan akhirnya ia menemukan gadis yang satu ini! Ia begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, bahkan ia mempunyai 3 restoran sendiri: ala Thai, ala Jepang, dan ala Italia. Ia pun begitu cerdas. Ia mempunyai 2 gelar doktor, pengetahuannya begitu luas, bisa menjalin percakapan begitu hebat, begitu baik, begitu welas asih. Ia sempurna.

Namun, pemuda kita ini tak bisa menikahinya. Sebab… gadis ini mencari pria yang sempurna!


Sumber: “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!” oleh Ajahn Brahm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar